Senin, 28 Desember 2015

Visit Banten

 photo Banten_zpspik9wwr6.gif


Dalam sejarahnya Banten dahulu merupakan kota maritim yang kuat menandingi Kerajaan Mataram dan sekarang daerah ini merupakan desa nelayan dimana Anda masih akan mendapatkan cerminan masa lalunya. Ibukota Provinsi Banten ialah Serang. 

Dulu Banten merupakan salah satu tempat bersejarah yang terkenal, berjarak hanya 10 km dari kota Serang. Di tempat ini, Anda akan menemui banyak warisan dari kerajaannya yang didirikan abad 16 dan 18.
Di Banten Anda akan menemukan sisa bekas-bekas kerajaan Islam. Yang paling terkenal ialah Masjid Agung dan reruntuhan keratonnya. Masjid Agung Banten dibangun abad ke-16 dan masih ada sampai saat ini yang mencirikan arsitektur awal Islam.
Taman Nasional Ujung Kulon merupakan salah satu taman nasional dan lokasi konservasi alam di Indonesia yan gdapat Anda kunjingi di Banten. Di lokasi ini, Anda dapat melihat keindahan hutan tropis dan badak bercula satu (Rhino sondaicus) yang merupakan primadona daya tarik wisata.

Ada juga Pulau Umang yang terletak di kawasan objek wisata pantai Pandeglang, berdekatan dengan kawasan wisata Tanjung Lesung. Kawasan wisata ini dikelola oleh sebuah perusahaan swasta yang menyediakan berbagai fasilitas rekreasi dan hiburan yang menarik. Di pulau ini, terdapat resort yang ditata dengan sentuhan artistik alami, dilengkapi dengan ruang pertemuan, kafe, spa, pusat bisnis, sunset lounge, klub pantai, kolam renang dan sebagainya. Selain itu, tersedia fasilitas olahraga dan rekreasi air, jogging track, cross country, lapangan tenis, tempat karaoke, dan lain-lain. Anda dapat menuju ke pulau ini dengan relatif mudah. Karena perusahaan pengelola kawasan ini menyediakan rental mobil dari Jakarta menuju pulau atau dapat juga dicapai dari kawasan Ujung Kulon.

Ada juga Cagar alam Rawa Danau (Rawadano) terletak di kabupaten Serang berjarak 101 km dari Jakarta. Kawasan ini merupakan kawasan selain kawasan rawa juga terdapat sebuah danau. Luas kawasan ini sekitar 2.500 ha yang ditumbuhi oleh berbagai jenis pohon. Pulau ini menjadi tempat bersarang bagi aneka jenis binatang seperti reptil, seperti ular, dan buaya.

Jangan lupa juga di Banten Anda dapat mengunjungi Gunung Krakatau yang terletak di perairan selat Sunda. Kawasan wisata alam yang indah ini mudah Anda kujungi dari pantai Anyer-Carita sekitar satu jam dengan menggunakan perahu motor. Di lokasi ini Anda dapat berkemah, berjalan kaki, memancing, dan tentunya menikmati pemandangan alam laut yang indah dan menawan.

Gunung Krakatau merupakan salah satu gunung yang paling terkenal di dunia, karena letusannya yang dahsyat pada tahun 1883. Suara letusan terdengar sampai ke kawasan benua Australia, bahkan awan panasnya menyelimuti beberapa kawasan Eropa selama seminggu. Ledakan dahsyat gunung Krakatau kemudian membentuk anak gunung yang kini dikenal sebagai Anak Krakatau, muncul ke permukaan tahun 1928 dan hingga kini masih tetap aktif.

Jalur Masuk

Bandara internasional Soekarno Hatta merupakan akses utama ke Banten. Anda juga menjangkau Banten dengan mobil atau motor melalui rute Jakarta-Serang. Tersedia juga bus di 4 terminal yaitu Terminal Pakupatan, Terminal Porisplawad, Terminal Labuan, dan Terminal Merak.

Sejarah

Banten dalam sejarah terkenal sebagai sebuah kota pelabuhan yang sangat ramai dengan masyarakatnya yang terbuka dan makmur. Abad ke-5 Banten adalah bagian dari Kerajaan Tarumanagara.
Selama masa pemerintahan Sultan Agung (1651-1683) Banten mengalami masa keemasannya. Sayangnya setelahnya Banten mengalami kemunduran dan kemudian Belanda mengambil alih.
Awal abad ke-17 Masehi, Banten merupakan salah satu pusat perniagaan penting dalam jalur perniagaan internasional di Asia. Daerah kekuasaannya mencakup juga wilayah yang sekarang menjadi provinsi Lampung. Ketika orang Belanda tiba di Banten untuk pertama kalinya, orang Portugis telah lama masuk ke Banten. Kemudian orang Inggris mendirikan loji di Banten, baru kemudian disusul orang Belanda.
Selain itu, orang-orang Perancis dan Denmark pun pernah datang di Banten. Dalam persaingan antara pedagang Eropa ini, Belanda muncul sebagai pemenang. Orang Portugis melarikan diri dari Banten (1601) setelah armada mereka dihancurkan oleh armada Belanda di perairan Banten. Orang Inggris pun tersingkirkan dari Batavia (1619) dan Banten (1684).
Setelah kemerdekaan Banten awalnya adalah bagian dari Provinsi Jawa Barat, namun dipisahkan sejak tahun 2000 dengan keputusan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2000. Pusat pemerintahannya berada di Kota Serang. Wilayah Banten memiliki banyak industri juga beberapa pelabuhan laut yang dikembangkan sebagai antisipasi untuk menampung kelebihan kapasitas pelabuhan laut di Jakarta serta ditujukan juga untuk menjadi pelabuhan alternatif selain Singapura.
Selat Sunda menjadikan Banten merupakan salah satu jalur lalu lintas laut yang strategis karena dapat dilalui kapal besar yang menghubungkan Australia dan Selandia Baru dengan kawasan Asia Tenggara. Di samping itu Banten merupakan jalur penghubung antara Jawa dan Sumatera.

Kuliner

Cobalah sate bandeng banten, salah satu makanan khas Banten. Ikan bandeng ini tanpa duri dimana dimasukkan daging ikan bandeng ke dalam kulit ikan yang telah dicampur bumbu-bumbu dan terakhir dibakar. Sate bandeng ini tahan beberpa hari. Rasanya manis, gurih dan enak. Oleh karena itu, Anda jangan sampai terlewat mencicipinya.

Masyarakat dan Kebudayaan

Masyarakat Banten adalah suku Sunda yang religius meski terkadang masih percaya dengan tradisi dan adat lama. Di antaranya yang masih memegang teguh tradisi adalah masyarakat Baduy atau orang Kanekes (Urang Cibeo) yang mendiami kaki pegunungan Kendeng di desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak-Rangkasbitung, berjarak sekitar 40 km dari kota Rangkasbitung. Orang Kanekes 'dalam' tidak mengenal budaya tulis, sehingga adat istiadat, kepercayaan, dan cerita nenek moyang hanya tersimpan di dalam tuturan lisan saja.

Kepercayaan masyarakat Kanekes disebut Sunda Wiwitanyang berakar pada pemujaan kepada arwah nenek moyang (animisme) yang selanjutnya dipengaruhi oleh agama Budha, Hindu, dan Islam.  Inti kepercayaan tersebut adalah ketentuan adat mutlak yang dianut dalam kehidupan sehari. Isi terpenting dari 'pikukuh' (kepatuhan) Kanekes tersebut adalah konsep "tanpa perubahan apapun", atau perubahan sesedikit mungkin. Bagi sebagian kalangan, kepercayaan yang dianut masyarakat adat Kanekes ini mencerminkan kepercayaan keagamaan masyarakat Sunda secara umum sebelum masuknya Islam.

Mesjid Agung Banten


Inilah salah satu masjid tua dengan nilai sejarah yang penting di Nusantara. Dibangun pertama kali oleh Sultan Maulana Hasanuddin (1552-1570), sekaligus sultan pertama Kasultanan Demak dan putra pertama Sunan Gunung Jati. Masjid ini selain sebagai pusat pengembangan Islam di Banten, juga untuk melengkapi bangunan kesultanan yang ada. Masjid Agung Banten berada di kompleks bangunan masjid di Desa Banten Lama, sekitar 10 km sebelah utara kota Serang.
Masjid Agung Banten merupakan bangunan bersejarah masa penyebaran Islam di Jawa bagian barat dan sekarang menjadi tempat favorit peziarah di Jawa. Meskipun telah berumur lebih dari 4 abad tetapi masjid ini masih berdiri kokoh dan terawat baik. Seperti juga masjid-masjid lainnya, bangunan induknya berdenah segi empat.

Atap masjid ini bersusun lima dengan bagian kiri dan kanannya terdapat masing-masing serambi.  Atapnya yang bertumpuk lima berbeda dengan masjid di Jawa umumnya yang bertumpuk tiga. Sebuah pengaruh arsitektur China terlihat di sana sini mengingat salah satu arsiteknya adalah Tjek Ban Tjut (Pangeran Adiguna) yang berasal dari China (ada yang menyebut dari Mongolia). Atap lima tumpuk itu mempunyai makna 5 Rukun Islam. Sebenarnya dua atap teratas terlalu kecil untuk disebut atap, jadi terkesan hanya sebuah hiasan atau “mahkota” bangunan saja.

Pintu masuk Masjid di sisi depan berjumlah enam yang berarti Rukun Iman. Enam pintu itu dibuat pendek agar setiap jamaah menunduk untuk merendahkan diri saat memasuki rumah Tuhan. Jumlah 24 tiang masjid menggambarkan waktu 24 jam dalam sehari

Di serambi kiri yang merupakan bagian utara masjid terdapat makam beberapa sultan Banten dan keluarganya, seperti makam Maulana Hasanuddin dan isterinya, Sultan Ageng Tirtayasa, dan Sultan Abu Nashr Abdul Qahhar. Sedangkan di dalam tepat di serambi kanan selatan terdapat pula makam-makam Sultan Maulana Muhammad, Sultan Zainul 'Abidin, dan kerabat kesultanan lainnya.

Di bagian sisi timur masjid terdapat menara setinggi 24 meter dengan diameter pangkalnya 10 meter. Menara ini dulunya selain tempat untuk mengumandangkan adzan juga untuk mengawasi perairan laut. Dibangun masa Sultan Haji tahun 1620 oleh seorang arsitek Belanda bernama Hendrik Lucaszoon Cardeel. Pada waktu itu, Cardeel membelot kepada pihak Kesultanan Banten, kemudian dianugerahi gelar Pangeran Wiraguna.

Bagian Selatan Masjid Agung Banten terdapat bangunan yang dinamakan Tiyamah. Bentuknya berupa segi empat panjang dan bertingkat. Bangunaan ini mempunyai langgam arsitektur Belanda kuno dan menurut sejarah hasil rancangan Lucazoon Cardeel. Dahulu bangunan ini dipergunakan sebagai tempat musyawarah dan diskusi keagamaan.

Banten sejak dahulu dikenal dengan kehidupan agamanya yang harmonis dan toleran. Buktinya Akan Anda temukan kuil China yang dibangun pada masa-masa awal kesultanan Banten, letaknya sekitar 50 meter dari Benteng Speelwijk. Kuil ini juga merupakan salah satu kuil tertua di Indonesia.

Setiap hari Masjid Agung Banten ramai dikunjungi peziarah yang datang tak hanya dari Banten dan Jawa Barat, tapi juga dari berbagai daerah di Indonesia hingga negara tetangga.





Tips

Di Museum Kepurbakalaan Banten Lama ada penawaran paket tur arkeologi, untuk maksimal 10 orang. Tidak sekadar tour wisata sejarah tetapi Anda akan diajari cara mencari dan menggali sebuah situs juga cara mendokumentasi artefak yang ditemukan.

BERKELILING



Jangan jadikan kunjungan Anda ke Banten Lama dengan hanya melihat Masjid Agung Banten. Ini mengingat kawasan Banten Lama menyimpan peninggalan sejarah yang beragam dan penuh nilai. Nah, jadi kunjungi juga beberapa tempat menarik di kawasan ini. Lebih bijak Anda menggunakan jasa pemandu wisata untuk berkeliling dan mendapatkan penjelasan rinci tentang cerita di balik peninggalan sejarah bernilai ini.

Museum Kepurbakalaan Banten Lama, museum ini dapat memberikan gambaran garis besar kepada Anda tentang sejarah dan kehidupan Kesultanan Islam Banten. Tarif masuknya Rp1000,00 per orang. Ada ruang pajang dengan beragam artefak dari masa Banten Lama, termasuk saluran air terakota prasarana pengaliran dari Tasik Ardi hingga ke Istana Surosowan. Temukan juga meriam Ki Amuk yang berprasasti huruf Arab. Museum ini buka dari Selasa-Minggu.

Situs Istana Keraton Kaibon, merupakan tempat tinggal Ratu Aisyah, ibu dari Sultan Syaifudin. Reruntuhannya masih dapat dinikmati. Di samping istana terdapat kanal dan pepohonan besar, dimana bisa Anda bayangkan keindahan istana ini dengan kanal trasportasi air sebelum dihancurkan Belanda tahun 1832.

Situs Keraton Surosowan, dikenal juga dengna nama Gedung Kedaton Pakuwan yang dibangun Maulanan Hasanuddin, berupa sisa reruntuhan, tumpukan batu bata merah, dan batu karang masih tampak membentuk sebuah bangunan keraton. Reruntuhan keraton ini seluas sekitar 3,5 hektar dan dulunya merupakan tempat tinggal sultan Banten yang dibangun tahun 1552. Tempat ini dihancurkan Belanda pada masa pemerintahan Sultan Ageng Tirtayasa tahun 1680. Sempat diperbaiki namun kemudian dihancurkan kembali tahun 1813 karena sultan terakhir yaitu Sultan Rafiudin, tak mau tunduk kepada Belanda.

Menara Pacinan Tinggi, awalnya ini adalah kawasan Masjid Pacinan Tinggi, namun saat ini hanya tersisa menaranya saja. Diperkirakan berdiri sebelum Masjid Agung Banten dan memiliki konstruksi bata dan karang.

Vihara Avalokitesvara, merupakan salah satu vihara tertua di Indonesia dan keberadaan diyakini sebagai bukti harmonisasi penganut agama yang berbeda saat itu. Bangunan ini merupakan tempat peribadatan umat Budha pada masa awal yang lokasinya tidak jauh dari Benteng Speelwijk. Di dalamnya Anda dapat menikmati suasana sejuk dengan banyak pepohonan rindang juga tempat duduk yang nyaman untuk beristirahat. Di bagian koridor vihara yang menghubungkan bangunan satu dengan yang lainnya terdapat relief cerita Ular Putih yang dilukis warna-warni.

Benteng Speelwijk, terletak tepat di depan vihara Avalokitesvara. Benteng Spellwijk dulunya digunakan sebagai menara pemantau yang berhadapan langsung ke Selat Sunda, sekaligus tempat ini berfungsi sebagai penyimpanan meriam dan alat pertahanan. Dahulu Belanda menggunakan tenaga orang China untuk membangun benteng ini. Berdiri 1585 dengan menara intai kini akibat pendangkalan tepi laut membuat lokasinya seakan terpisah dari pantai. Benteng ini memiliki parit di sekelilingnya. Areal luas di dalam benteng ini menjadi lapangan bola penduduk sekitar. Temukan juga kompleks makam Belanda (kerkhof)  tak jauh  dari kompleks ini. Di sini Anda dapat merasakan suasana benteng sambil naik ke atasnya untuk memandang pesisir pantai dan kapal nelayan. Kedai es kelapa muda menggiurkan ada di sekitarnya sanggup memuaskan dahaga Anda setelah berkeliling di Banten Lama.

Pangindelan Abang, disebut abang (merah) karena kondisi awal yang masih belum jernih dimana kemudian dari sini lalu dialirkan ke arah Pengindelan Putih.  Pangindelan Abang adalah sebuah tempat penyaringan atau dam sesi pertama dimana air dialirkan dari Tasik Ardi menuju Istanan Surosowan.

Tasik Ardi, berupa danau dengan pulau buatan untuk tempat beristirahat keluarga kesultanan saat itu. Ada saluran air bawah tanah berlapis terakota yang menghubungkan telaga ke istana melewati dua area penyaringan yaitu Pengindelan Abang dan Pengindelan Putih.

Pelabuhan Karang Hantu, kadang  juga ditulis karangantu  dimana termasuk rangkaian jalur sutra (The Silk Road) artinya telah disinggahi pedagang dari berbagai negara Asia dan Eropa. Tempat ini dulunya menjadi pelabuhan Sunda terbesar setelah Sunda Kelapa di Jayakarta.


 

Pekuburan dalam Gua Suku Toraja

Candiiiiiii photo candiiii_zpswr9oofrn.gif




Di dinding curam sebuah bukit,  nampak peti mati bertumpuk di celah tebingnya. Patung kayu manusia lengkap dengan pakaian berjejer rapi di dinding tebing yang dipahat ibarat jendela sebuah rumah. Tak jauh dari makam gantung ini, tersembunyi sebuah gua makam yang usianya ratusan tahun. 



Inilah tempat yang telah memukau banyak wisatawan dari berbagai penjuru dunia. Pastikan Anda memasukkan Londa dalam daftar tujuan wisata yang perlu disambangi. Tidak ke Londa maka Anda belum mengenal Toraja!

Setiap suku bangsa di dunia dengan adat dan kepercayaannya memiliki cara berbeda dalam menghormati dan menguburkan kerabat yang sudah meninggal. Sudah bukan rahasia bahwa cara masyarakat Tana Toraja (khususnya kaum bangsawan) dalam menguburkan kerabatnya adalah salah satu yang paling unik di dunia. Serangkaian upacara pemakaman adat yang mahal (Rambu Solo) dan makam gua pada tebing-tebing yang tinggi dapat Anda temui di Tana Toraja, Makasar, Sulawesi Selatan.

Londa adalah salah satu gua makam paling popular sebagai tujuan wisata di Tana Toraja. Objek wisata Londa berada di Desa Sandan Uai, Kecamatan Sanggalangi. Lokasinya kurang lebih 7 kilometer dari selatan Kota Rantepao, pusat pariwisata dan akomodasi bagi wisatawan. Oleh karena itu, Londa mudah dicapai dengan kendaraan umum seperti bemo, ojek, atau pun mobil atau motor sewaan.

Untuk mencapai lokasi gua makan Londa, Anda harus menuruni sejumlah anak tangga. Pastikan sebelumnya Anda menyewa lentera petromak dari masyarakat lokal seharga Rp25.000,-. Untuk memasuki kawasan gua makam Londa, Anda memang memerlukan lentera sebagai penerang. Anda dapat membawa sendiri lentera ini atau meminta seseorang (yang juga berperan sebagai guide) untuk membawanya. Biasanya, tour guide khusus gua makam Londa tidak menentukan tarif, Anda bebas menentukannya.


Dari kejauhan, tampak tebing curam yang dirimbuni hijau pepohonan. Jika mata Anda jeli, Anda mungkin melihat peti jenazah berwarna cerah diselipkan di celah-celah dinding tebing. Di kaki tebing tinggi nan rimbun inilah, tersembunyi sebuah gua alam yang dijadikan makam.

Setibanya di dekat gua, Anda mungkin dengan segera menangkap nuansa mistis. Alam yang masih hijau dan liar serta cuaca pegunungan yang dingin akan juga menyambut setibanya di lokasi. Di dinding tebing sekitar gua, Anda akan melihat deretan patung kayu (tau-tau) di tebing batu yang dipahat serupa etalase tanpa kaca bagi patung-patung tersebut. Tau-tau adalah kayu yang dipahat semirip mungkin dengan jenazah yang dikubur di sana. Biasanya kayu yang dipilih adalah kayu nangka yang cenderung berwarna kuning, warna yang paling dekat dengan warna kulit manusia. Beberapa tau-tau dibuat dengan memerhatikan detailnya; garis kerut wajah atau kulit leher yang kendur sebab sudah tua dipahat dengan teliti.

Di sekitar barisan tau-tau, tampak peti-peti mati (erong) yang disangga oleh kayu sedemikian rupa hingga peti-peti tersebut aman berada di atas tebing. Rupanya inilah makam gantung yang kerap disebut-sebut orang sebagai daya tarik lain dari Tana Toraja. Peti mati (erong) tersebut adalah peti mati kaum bangsawan atau yang kedudukannya terhormat. Semakin tinggi letak petinya maka semakin tinggi derajat jenazah yang dikubur di sana.

Masyarakat Toraja percaya bahwa orang yang meninggal dapat membawa hartanya ke kehidupan setelah mati. Inilah salah satu alasan mengapa mereka mengubur peti-peti mati di tempat-tempat yang tinggi. Selain untuk melindungi harta yang ikut dikubur, mereka juga percaya bahwa semakin tinggi letak peti mati maka semakin dekat perjalanan roh yang meninggal menuju tempatnya setelah mati (nirwana).

Sebelum memasuki gua, tampak tulang-tulang berserakan. Tulang-tulang tersebut berasal dari peti mati yang jatuh dari tebing tempatnya semula digantung atau karena peti mati sudah hancur dimakan usia. Tengkorak dan tulang-tulang ini dapat saja ditempatkan di peti yang baru, hanya saja untuk melakukan hal tersebut harus pula dilaksanakan upacara adat yang sangat mahal; upacara yang mungkin sama saat peti tersebut pertama kali dikuburkan.



Upacara pemakaman secara adat bagi jenazah bangsawan Toraja dikenal dengan nama Rambu Solo. Untuk dapat melaksanakan upacara adat ini, sanak keluarga yang ditinggalkan harus menyembelih sekira 24 hingga 100 ekor kerbau (bagi golongan bangsawan) atau sekira 8 ekor kerbau dan 50 babi (bagi golongan menengah). Untuk memenuhi syarat tersebut, tak jarang keluarga yang ditinggalkan membutuhkan waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun untuk dapat mengumpulkan semua kebutuhan yang diperlukan dalam melaksanakan sebuah upacara Rambu Solo. Selama menunggu upacara tersebut dilaksanakan, jenazah dianggap belum meninggal dengan sempurna (sakit). Oleh karena itu, jenazah akan disimpan di rumat adat (tongkonan) dan diperlakukan sebagaimana orang yang masih hidup, misalnya dengan memberinya makanan kesukaan, rokok, dan lainnya. Benda-benda tersebut ditaruh di sisi peti jenazah serupa sesajen. Jenazah yang disimpan itu sebelumnya dibalsam agar tidak menimbulkan bau.

Saat Anda menelusuri gua, terdapat lebih banyak lagi tengkorak dan tulang yang berserakan. Di beberapa tempat, tampak pula peti-peti mati yang ditumpuk atau diatur sedemikian rupa. Pengaturan itu disesuaikan dengan garis keturunan atau keluarga. Selain peti mati, terlihat pula pakaian atau rokok yang sengaja ditaruh di sana oleh sanak kerabat jenazah. Kabarnya, kumpulan tengkorak dan tulang belulang yang ada di gua ini sudah berumur puluhan bahkan ratusan tahun.

Gua makam alam Londa memiliki kedalaman hingga 1000 meter. Dalam menelusuri gua makam yang konturnya dipenuhi stalagtit dan stalagmit ini, Anda perlu berhati-hati. Di beberapa bagian gua, ketinggian gua hanya sekira 1 meter, sehingga Anda perlu berjalan membungkuk.

Kondisi gua yang gelap kemungkinan besar menambah aura mistis gua makam ini. Namun begitu, perjalanan menelusuri gua makam Londa tentulah merupakan sebuah pengalaman yang tak akan Anda dapatkan di tempat lain. Pastikan Anda tidak memindahkan apalagi berniat untuk mengambil tulang, tengkorak, atau benda lain di area makam, sebab inilah salah satu etika yang hendaknya dituruti saat memasuki lokasi makam leluhur masyarakat Toraja. Satu lagi yang perlu diperhatikan apabila Anda berkunjung ke Londa: Anda wajib memohon izin sebelumnya dengan membawa sirih pinang atau kembang.

Apabila ada peti mati yang jatuh karena rapuh dari tebing tempatnya semula diletakkan, maka tulang, tengkorak, ataupun dan yang lainnya tidak boleh dipindahkan tanpa persetujuan adat dan serangkaian upacara adat Toraja. Oleh karena itu, Anda perlu berhati-hati jangan sampai menginjak tulang dan tengkorak tersebut, apalagi memindahkannya.

Candi Borobudur



Inilah candi Buddha terbesar di dunia yang berdiri megah ibarat puzzle raksasa. Tersusun dari 2 juta balok batu vulkanik, dipahat sedemikian rupa sehingga saling mengunci satu dengan yang lain. Candi Borobudur mirip bangunan piramida Cheops di Gizeh Mesir, bedanya, Borobudur memiliki pola kepunden berundak.



Candi Borobodur adalah monumen Buddha terbesar di dunia. Dibangun pada masa Raja Samaratungga dari Wangsa Syailendra pada tahun 824. Candi Borobudur dibangun 300 tahun sebelum Angkor Wat di Kamboja dan 400 tahun sebelum katedral-katedral agung di Eropa.

Candi Borobudur memiliki luas 123x123 m² dengan 504 patung Buddha, 72 stupa terawang dan 1 stupa induk. Bentuk candi ini beraksitektur Gupta yang mencerminkan pengaruh India. Setelah berkunjung ke sini Anda akan memahami mengapa Borobudur memiliki daya tarik bagi pengunjung dan merupakan ikon warisan budaya Indonesia.

Lembaga internasional dari PBB yaitu UNESCO mengakui sekaligus memuji Candi Borobudur sebagai salah satu monumen Budha terbesar di dunia. Di Candi ini ada 2672 panel relief yang apabila disusun berjajar maka panjangnya mencapai 6 km. Ansambel reliefnya merupakan yang paling lengkap di dunia dan tak tertandingi nilai seninya serta setiap adegannya adalah mahakarya yang utuh.

Sejak pertengahan abad ke-9 hingga awal abad ke-11, Candi Borobudur menjadi tempat peziarah umat Budha dari China, India, Tibet, dan Kamboja. Candi Borobudur menjadi salah satu jejak sejarah paling penting dalam perkembangan peradaban manusia. Kemegahan dan keagungan arsitektur Candi Borobudur merupakan harta karun dunia yang mengagumkan dan tak ternilai harganya.

Borobudur terdiri dari 1460 panel relief dan 504 stupa namun sebenarnya masih ada 160 panel yang sengaja ditimbun di bagian paling bawah, berisi adegan Sutra Karmawibhangga (hukum sebab-akibat). Ada pula yang menyatakan bahwa penimbunan bagian bawah tersebut untuk menguatkan bagian pondasi yang sejak awal ditemukan sudah sangat rusak.

Candi Borobudur dibangun selama 75 tahun di bawah pimpinan arsitek Gunadarma dengan 60.000 meter kubik batuan vulkanik dari Sungai Elo dan Progo yang terletak sekitar 2 km sebelah timur candi. Saat itu sistem metrik belum dikenal dan satuan panjang yang digunakan untuk membangun Candi Borobudur adalah tala yang dihitung dengan cara merentangkan ibu jari dan jari tengah atau mengukur panjang rambut dari dahi hingga dasar dagu.

Berdasarkan prasasti Karangtengah dan Kahulunan, sejarawan J.G. de Casparis memperkirakan pendiri Borobudur adalah raja Mataram kuno dari dinasti Syailendra bernama Samaratungga, dan membangunan candi ini sekitar tahun 824 M. Bangunan raksasa itu baru dapat diselesaikan pada masa putrinya, Ratu Pramudawardhani. Pembangunan Borobudur diperkirakan memakan waktu setengah abad.

Pada awalnya, candi ini diperkirakan sebagai tempat pemujaan. J.G. de Casparis memperkirakan bahwa Bhūmi Sambhāra Bhudhāra dalam bahasa Sansekerta yang berarti "Bukit himpunan kebajikan sepuluh tingkatan boddhisattwa", adalah nama asli Borobudur. Sebagian sejarawan juga ada yang menyatakan bahwa nama Borobudur ini berasal dari bahasa Sansekerta yaitu "Vihara Buddha Uhr” yang artinya  “Biara Buddha di Bukit”.

Candi ini berada di Jawa Tengah, di puncak bukit menghadap ke sawah yang subur di antara bukit-bukit yang renggang. Cakupan wilayahnya sangat besar, yakni berukuran 123 x 123 meter. Candi Borobudur ternyata dibangun di atas sebuah danau purba. Dulu, kawasan tersebut merupakan muara dari berbagai aliran sungai. Karena tertimbun endapan lahar kemudian menjadi dataran. Pada akhir abad ke VIII, Raja Samaratungga dari Wangsa Syailendra lantas membangun Candi Borobudur yang dipimpin arsitek bernama Gunadharma hinggga selesainya tahun 746 Saka atau 824 Masehi.
  
Luas bangunan Candi Borobudur ialah 15.129 m²  yang tersusun dari 55.000 m³ batu, terdiri dari 2 juta potongan batu-batuan. Ukuran batu rata-rata 25 x 10 x 15 cm. Panjang potongan batu secara keseluruhan 500 km dengan berat keseluruhan batu 1,3 juta ton. Dinding-dinding Candi Borobudur dikelilingi oleh gambar-gambar atau relief yang merupakan satu rangkaian cerita yang terususun dalam 1.460 panel. Panjang panel masing-masing 2 meter. Jadi kalau rangkaian relief itu dibentangkan maka kurang lebih panjang relief seluruhnya mencapai 3 km. Candi ini memiliki 10 tingkat, dimana tingkat 1-6 berbentuk bujur sangkar, sedangkan tingkat 7-10 berbentuk bundar. Arca yang terdapat di seluruh bangunan candi berjumlah 504 buah. Sedangkan, tinggi candi dari permukaan tanah sampai ujung stupa induk dulunya 42 meter, namun sekarang tinggal 34,5 meter setelah tersambar petir. Bagian paling atas di tingkat ke-10 terdapat stupa besar berdiameter 9,90 m, dengan tinggi 7 m.
  

Arsitektur dan bangunan batu candi ini sungguh tiada bandingannya. Candi ini dibangun tanpa menggunakan semen. Strukturnya seperti sebuah kesatuan deretan lego yang saling mengukuhkan dan  dibuat bersamaan tanpa lem sedikitpun.

Sir Thomas Stanford Raffles menemukan Borobudur pada tahun 1814 dalam kondisi rusak dan memerintahkan supaya situs tersebut dibersihkan dan dipelajari secara menyeluruh. Keberadaan Borobudur sebenarnya telah diketahui penduduk lokal di abad ke-18 dimana sebelumnya tertimbun material Gunung Merapi.

Proyek restorasi Borobudur secara besar-besaran kemudian dimulai dari tahun 1905 sampai tahun 1910. Dengan bantuan dari UNESCO, restorasi kedua untuk menyelamatkan Borobudur dilaksanakan dari bulan Agustus 1913 sampai tahun 1983. Candi ini tetap kuat meski selama sepuluh abad tak terpelihara. 

Tahun 1970-an Pemerintah Indonesia dan UNESCO bekerja sama untuk mengembalikan keagungan Borobudur. Perbaikan yang dilakukan memakan waktu delapan tahun sampai dengan selesai dan saat ini Borobudur adalah salah satu keajaiban dan harta Indonesia dan dunia yang berharga.

Berbagai disiplin ilmu pengetahuan terlibat dalam usaha rekonstruksi Candi Borobudur yang dilakukan oleh Teodhorus van Erp tahun 1911,  Prof. Dr. C. Coremans tahun 1956, dan Prof.Ir. Roosseno tahun 1971. Kita patut menghargai usaha mereka memimpin pemugaran candi mengingat berbagai kendala dan kesulitan yang dihadapi tidaklah mudah. Tahun 1991 akhirnya Borobudur ditetapkan sebagai Warisan Dunia oleh UNESCO.

Candi Borobudur dihiasi dengan ukiran-ukiran batu pada reliefnya yang mewakili gambaran dari kehidupan Budha. Para arkeolog menyatakan bahwa candi Borobudur memiliki 1.460 rangkaian  relief di sepanjang tembok dan anjungan. Relief ini terlengkap dan terbesar di dunia sehingga nilai seninya tak tertandingi.  Pembacaan cerita-cerita relief ini senantiasa dimulai dan berakhir pada pintu gerbang sisi timur di setiap tingkatnya. Cerita dimulai dari sebelah kiri dan berakhir di sebelah kanan pintu gerbangnya.

Monumen ini adalah tempat suci dan tempat berziarah kaum Budha. Tingkat sepuluh candi melambangkan tiga divisi sistem kosmik agama Budha. Ketika Anda memulai perjalanan mereka melewati dasar candi untuk menuju ke atas, mereka akan melewati tiga tingkatan dari kosmologi  Budhis dan hakekatnya merupakan “tiruan” dari alam semesta yang menurut ajaran Budha terdiri atas 3 bagian besar, yaitu: (1) Kamadhatu atau dunia keinginan; (2) Rupadhatu atau dunia berbentuk; dan (3) Arupadhatu atau dunia tak berbentuk.

Seluruh monumen itu sendiri menyerupai stupa raksasa, namun dilihat dari atas membentuk sebuah mandala. Stupa besar di puncak candi berada 40 meter di atas tanah. Kubah utama ini dikelilingi oleh 72 patung Budha yang berada di dalam stupa yang berlubang.


Sumber : Indonesia Travel

Sabtu, 26 Desember 2015

PPOB Serang - Banten

74-2' Online 



MEMBERIKAN Kesempatan bagi anda untuk membuka usaha 









LOKET RESMI PEMBAYARAN LISTRIK


PPOB (Payment Point Online Bank). 








Layanan PPOB yang memberikan fitur sangat lengkap, hanya dengan 1 deposit dapat melakukan berbagai macam transaksi pembayaran Online



74-2' Online bekerja sama dengan Bank Bukopin,

 

MENERIMA

 


Pendaftaran -Baru / Pindahan- 

'Loket Resmi Pembayaran Listrik'

'Payment Poin Online Bank'. (PPOB)

Fasilitas pelayanan menerima :

                                    1. Pembayaran Listrik Pra Bayar,

                                    2. Pembayaran Listrik Pasca Bayar,

                                    3. Tambah Daya/ Kurangi Daya,

                                   4. Pendaftaran KWH Baru,

                                   5. Pembayaran Angsuran Motor (Leasing),

                                   6. Pembayaran Telepon Rumah,

                                   7. Pembayaran TV Kabel,

                                   8. Pembayaran PDAM,

                                   9. Pulsa Elektronik (All Operator),

                                   10. Dll...




SYARAT UMUM YANG DIPERLUKAN



1. Menyediakan Perangkat Komputer (Minimal Pentium 4), dan Printer (Bebas/Rekomended yang diperlukan untuk membuka loket PPOB.

2. Menyediakan alat koneksi internet berupa Modem telepon selular GSM,/ CDMA

3. Mengisi /Menyetor deposit berupa uang tunai minimal sebesar Rp.1.000.000,- (Satu Juta Rupiah) ke Rekening yang sudah ditentukan

4. Membayar biaya administrasi dan instalasi aplikasi, kertas, struk Bank Bukopin (Gratis Selamanya), spanduk besar, buku petunjuk SOP dan Training Pengoperasian Loket termasuk Free Service Berkala.

Buat yang mendaftar, berhak mendapatkan secara Gratis (Free):
- Spanduk
- Kertas Struk (selama menjadi loket),

Buat Pindahan dari provider loket lain, apabila beruntung, bisa mendapatkan berupa PINJAMAN saldo sesuai kebutuhan (Unlimited).
* Fee diakumulasikan maksimal tanggal 10 setiap bulannya
* Syarat dan ketentuan berlaku.
* Atau silahkan hubungi Klik disini
 
 photo DAFTAR_zps2llqxyia.gif

PPOB Merak

74-2' Online 



MEMBERIKAN Kesempatan bagi anda untuk membuka usaha 









LOKET RESMI PEMBAYARAN LISTRIK


PPOB (Payment Point Online Bank). 








Layanan PPOB yang memberikan fitur sangat lengkap, hanya dengan 1 deposit dapat melakukan berbagai macam transaksi pembayaran Online



74-2' Online bekerja sama dengan Bank Bukopin,

 

MENERIMA

 


Pendaftaran -Baru / Pindahan- 

'Loket Resmi Pembayaran Listrik'

'Payment Poin Online Bank'. (PPOB)

Fasilitas pelayanan menerima :

                                    1. Pembayaran Listrik Pra Bayar,

                                    2. Pembayaran Listrik Pasca Bayar,

                                    3. Tambah Daya/ Kurangi Daya,

                                   4. Pendaftaran KWH Baru,

                                   5. Pembayaran Angsuran Motor (Leasing),

                                   6. Pembayaran Telepon Rumah,

                                   7. Pembayaran TV Kabel,

                                   8. Pembayaran PDAM,

                                   9. Pulsa Elektronik (All Operator),

                                   10. Dll...




SYARAT UMUM YANG DIPERLUKAN



1. Menyediakan Perangkat Komputer (Minimal Pentium 4), dan Printer (Bebas/Rekomended yang diperlukan untuk membuka loket PPOB.

2. Menyediakan alat koneksi internet berupa Modem telepon selular GSM,/ CDMA

3. Mengisi /Menyetor deposit berupa uang tunai minimal sebesar Rp.1.000.000,- (Satu Juta Rupiah) ke Rekening yang sudah ditentukan

4. Membayar biaya administrasi dan instalasi aplikasi, kertas, struk Bank Bukopin (Gratis Selamanya), spanduk besar, buku petunjuk SOP dan Training Pengoperasian Loket termasuk Free Service Berkala.

Buat yang mendaftar, berhak mendapatkan secara Gratis (Free):
- Spanduk
- Kertas Struk (selama menjadi loket),

Buat Pindahan dari provider loket lain, apabila beruntung, bisa mendapatkan berupa PINJAMAN saldo sesuai kebutuhan (Unlimited).
* Fee diakumulasikan maksimal tanggal 10 setiap bulannya
* Syarat dan ketentuan berlaku.
* Atau silahkan hubungi Klik disini
 
 photo DAFTAR_zps2llqxyia.gif